Ketika Pemudik 2022 Mencapai 85 Juta Orang, Benarkah itu Tanda Ekonomi mulai Pulih?

Ketika Pemudik 2022 Mencapai 85 Juta Orang, Benarkah itu Tanda Ekonomi mulai Pulih?

Diperbolehkannya mudik di tahun 20022 membuat rakyat antusias menyambut keputusan tersebut yang mana banyak dari mereka rindu akan keluarga yang sudah 2 tahun belakangan terhalang oleh peraturan yang didasari oleh pandemi.

Antusiasme tersebut terlihat banyaknya kendaraan seperti mobil dan motor yang memenuhi jalanan tol, jalan raya sampai antrian menaiki kapal penyebrangan. Sebelumnya, pihak pemerintah lewat Kemenhub memprediksi akan ada sebanyak 85 juta masyarakat yang akan melakukan mudik pada masa lebaran Idul Fitri tahun 2022.

Survei yang sudah dilakukan sebelumnya, mengenai minat orang-orang untuk melakukan mudik. Dimana hasilnya diprediksi asal daerah pemudik paling banyak yaitu Jabodetabek, Jawa Tengan dan Jawa Timur. Sementara daerah tujuan pemudik yakni Jatim, Jateng  dan Jabar.

Arus Mudik Meledak dan Kaitannya dengan Perekonomian Mulai Pulih

Meledaknya arus mudik di tahun 2022 yang mencapai hingga 85 juta orang. Kondisi ini dianggap sebagai indikator tanda kembalinya perekonomian Indonesia yang sudah lama terpuruk. Ada sebuah pernyataan dari Sarman Simanjorang selaku Wakil Ketua Kadin Indonesia yang mengantarkan, masa libur dan perayaan lebaran Idul Fitri adalah momentum untuk mengembalikan pertumbuhan perekonomian Indonesia sebab situasi tersebut merupakan puncaknya perputaran uang di tanah air.

Tingginya animo para pemudik ini dapat menggerakkan laju perekonomian daerah serta meningkatkan produktivitas di berbagai sektor bisnis. Diperkirakan dana sebesar 28 triliun sampai 42 triliun akan bergerak dari kota ke berbagai daerah tujuan para pemudik selama lebaran Idul Fitri.

Prediksi ini sesuai oleh asumsi bila jumlah pemudik tembus 85 juta serta rata-rata dari tiap keluarga 3 orang, jadi jumlah pemudik kurang lebih 28 juta keluarga. Bila rata-rata tiap keluarga membawa uang setidaknya 1 juta, itu berarti yang akan masuk ke daerah minimal 28 triliun, bila membawa uang sekitar 1,5 juta tiap keluarga maka prediksi putaran uang sekitar 42 triliun, dan nilai ini akan meningkatkan menyesuaikan rata-rata uang yang dibawa oleh setiap keluarga yang mudik ke daerah.

Tujuan Mudik Lebaran

Beratnya berbagai tantangan yang dirasakan oleh para pemudik, tak pernah mempengaruhi niat serta kemauan mereka untuk pulang ke kampung.. Terdapat beberapa alasan yang merupakan tujuan pemudik yang pulang kampung.

1.       Dorongan Keagamaan

Sudah menjadi budaya, dimana begitu kuatnya tarikan dari keagamaan yang sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Sebab islam mengatakan bahwa bagi umat yang berpuasa, maka niscaya dosa-dosanya akan diampuni. Namun yang ampuni disini hanya dosa terhadap Allah, sementara dosa terhadap orang tua, sanak saudara, tetangga dan orang sekitar, tak akan diampuni selain melakukan yang namanya maaf-maafan secara langsung sambil berjabatan tangan lewat silaturahmi antara setiap orang.

Ketika Pemudik 2022 Mencapai 85 Juta Orang, Benarkah itu Tanda Ekonomi mulai Pulih?

2.       Ziarah ke kubur.

Sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia bahwa ketika akan memasukan bulan Ramadhan serta menjelang Idul Fitri, semua anggota keluarga, baik itu menantu, anak, hingga cucu pergi untuk melakukan ziarah ke kuburan kakek dan nenek yang merupakan pendahulu dari keluarga tersebut dengan sambil mendoakan mereka yang disana agar diberikan tempat paling nyaman disisinya. Hal tidak akan mungkin bisa dilakukan bila tidak mudik ke kampung halaman.

3.       Merindukan kampung halaman.

Bagi para perantau, setiap tahunnya kerinduan terhadap kampung halaman dapat terobati ketika masuk masa mudik. Situasi ini merupakan fenomena sosial yang unik sebagai seorang makhluk sosial, yang merindukan asal-usul mereka di kampung halaman tercinta. Maka dari itu, berbagai tantangan dan hambatan berat yang harus dihadapi untuk bisa pulang ke kampung, seakan tidak akan menjadi masalah berarti, pemudik tetap akan menjalankannya dengan kebahagiaan dan kegembiraan.

4.       Bernostalgia dengan kampung halaman.

Meski berada di kota besar untuk mencari nafkah dan memiliki kehidupan baru atau berbagai keperluan lainnya, yang namanya orang yang asal-usulnya dari daerah tentu memiliki masa-masa terindah waktu masih kecil, dimana masa tersebut akan selalu dikenang. Maka setiap tahunnya, kenangan indah tersebut, selalu ingin dirasakan dan diperbarui dengan cara pulang ke kampung halaman sambil mengajak keluarga, mulai dari suami atau istri, menantu, anak ataupun cucu agar ikut menghayati kondisi atau suasana kampung pada masa kecil.

5.       Memperlihatkan kesuksesan di tanah rantau.  

Kondisi satu ini cukup mewarnai sebagian pemikiran para pemudik yang melakukan rutinitas tahunan seperti pulang ke kampung halaman. Budaya seperti pamer ini berlaku ke seluruh tingkatan sosial masyarakat. Maka saat lebaran inilah banyak orang yang mudik dengan membawa tujuan yang berbeda-beda, dan salah satu diantaranya adalah memperlihatkan kesuksesan atau unjuk diri terkait pencapaian yang sudah dilakukan saat berada di perantauan.

Demikianlah penjelasan mengenai lonjakan pemudik yang mencapai 85 juta orang, yang mana jumlah tersebut ada kaitannya dengan tanda-tanda perekonomian Indonesia akan kembali pulih hingga berbagai macam tujuan orang-orang Indonesia menerapkan budaya mudik.


Leave a Reply

Your email address will not be published.