Fakta Ekonomi di Inggris yang Semakin Parah


Dunia sedang mengalami ancaman krisis ekonomi global, beberapa negara sudah terdampak krisis itu, mereka mengalami resesi ekonomi. Ketidakpastian kondisi ekonomi global berdampak pada beberapa negara. Salah satu negara yang mengalami masalah ekonomi adalah Inggris.

Inggris merupakan salah satu negara besar di dunia. Namanya sudah terkenal sejak masa imperialisme dan perang dunia kedua. Inggris merupakan salah satu dari beberapa negara maju di dunia. Namun, ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Inggris sedang mengalami masalah ekonomi.

Kabarnya sampai saat ini Inggris masih mengalami penurunan ekonomi, tentu saja kabar itu menghebohkan banyak masyarakat dunia. Bagaimana tidak, Inggris yang merupakan negara maju saja sudah mengalami masalah ekonomi saat ini, tentu kabar itu membuat negara-negara berkembang lebih hati-hati.

Fakta-Fakta Tentang Kondisi Ekonomi Inggris

Sebagian orang tidak percaya dengan kabar ekonomi Inggris yang dikabarkan mengalami pemerosotan semakin parah, namun ada beberapa fakta yang menunjukkan bahwa ekonomi Inggris memang sedang mengalami masalah. Berikut ini beberapa fakta tentang kondisi ekonomi Inggris saat ini.

  • Inflasi meroket

Salah satu fakta yang menunjukkan bahwa ekonomi Inggris semakin parah adalah inflasi yang meroket. Pada bulan Agustus 2022, Inggris mencapai angka inflasi 9,9 persen, tentu saja itu merupakan inflasi yang cukup tinggi, Inflasi itu mengancam kesehatan ekonomi Inggris.

Dikabarkan bahwa inflasi yang meroket di Inggris merupakan dampak dari perang Ukraina dengan Rusia, dimana Inggris harus membayar tagihan energi yang cukup fantastis, sedangkan pada waktu bersamaan sektor manufaktur Inggris juga merosot.

  • Menteri Keuangan Inggris dipecat

Situasi ekonomi Inggris tidak kunjung membaik, Perdana Menteri Inggris sampai pecat Menteri Keuangan Inggris, yaitu Kwasi Kwarteng, padahal ia baru menjabat selama kurang dari dua bulan. Tentu saja keputusan Pemerintah Inggris memecat Menteri Keuangan itu menjadi pertanyaan besar bagi negara-negara di dunia.

Pemecatan Menteri Keuangan Inggris itu dikabarkan menjadi tanda bahwa kondisi ekonomi Inggris memang sedang tidak baik-baik saja, bahkan sampai saat ini makin memburuk alias merosot. Pemecatan Menteri Keuangan itu memang bukan tanpa dasar.

Menteri Keuangan, Kwasi Kwarteng saat itu hendak mengeluarkan kebijakan yang kontroversial, yaitu memangkas pajak penghasilan, padahal kondisi ekonomi Inggris sedang tidak baik-baik saja. Inggris mengalami defisit yang cukup fantastis ditambah inflasi yang meroket.

  • Banyak karyawan menuntut kenaikan upah

Inflasi yang meroket berdampak pada tingginya harga barang dan melemahnya daya beli masyarakat, itulah kiranya kondisi yang sedang dialami masyarakat di Inggris. Hal tersebut membuat banyak karyawan melakukan aksi demo, meminta kenaikan upah kerja.

Dikabarkan sekitar 115 ribu karyawan di Inggris menuntut adanya kenaikan upah kerja, tentu saja hal tersebut menggambarkan bagaimana chaos-nya kondisi ekonomi di negara Inggris. Mereka merasa keberatan dan tertekan dengan dampak dari inflasi yang membuat keuangan tidak stabil.

  • Gelombang aksi mogok kerja

Selain aksi demo, ada banyak pekerja di Inggris yang melakukan aksi mogok kerja, diantaranya adalah para sopir bus, pekerja di kereta api, pengacara dan termasuk kelompok pekerja yang menuntut kenaikan upah mereka. Gelombang aksi ini termasuk aksi demo terbesar selama ini.

Bidang industri Inggris sedang mengalami krisis, perusahaan sampai para pekerja terancam terdampak akibat dari memburuknya ekonomi Inggris. Mogok kerja dikabarkan berlangsung selama 19 hari, tindakan itu memperkuat fakta bahwa ekonomi Inggris sedang tidak baik-baik saja.

Inflasi yang melambung tinggi atau meroket menyebabkan standar hidup masyarakat Inggris menjadi terganggu, mereka merasa keberatan dan enggan menerima dampak dari memburuknya perekonomian di Inggris, pemerintah sedang dibuat bingung dengan kondisi tersebut.

  • Ribuan karyawan terancam diberhentikan

PHK mengancam ribuan karyawan di Inggris, sekitar 6 ribu karyawan dikabarkan terancam diberhentikan dari tempat kerjanya. Tentu saja hal tersebut membuat mereka ketar-ketir, lantaran mereka harus siap menerima keputusan pemberhentian di tengah kondisi ekonomi Inggris yang sedang buruk.

Bayangkan saja, ketika harga-harga kebutuhan hidup meningkat, kamu diberhentikan dari pekerjaan sampai tidak punya penghasilan. Tentu sebagai pekerja kamu akan menuntut kepada pemerintah, karena dampak ekonomi yang memburuk sudah menyentuh kehidupanmu.

  • Pekerja seks meningkat

Fakta selanjutnya yang memperkuat kebenaran tentang buruknya kondisi ekonomi di Inggris adalah kabar tentang meningkatnya pekerja seks. Hal tersebut disampaikan dalam laman resmi collective of prostitutes, sebuah organisasi yang menghimpun para pekerja seks di Inggris.

Mereka mengabarkan bahwa banyak masyarakat yang beralih profesi menjadi pekerja seks, hal tersebut dikarenakan penghasilan yang lebih besar, tuntutan hidup yang menekan, atau bahkan sebagian dari mereka melakukannya karena kehilangan pekerjaan.

Demikian penjelasan tentang fakta-fakta ekonomi Inggris yang sedang mengalami pemerosotan parah, kondisi seperti itu merupakan gejala-gejala dari resesi ekonomi yang diakibatkan oleh ancaman krisis ekonomi dunia yang sekarang membayang-bayangi banyak negara di dunia.